Sabtu, 20 Desember 2008

puisi awak.




Menara dipusara hatiku.

Serasa dada dihimpit masa
Sesak yang tiada dua
Saat angin itu melagu
Menghantarku ke syurga kedamaian
Jauh dari sesak yang mendada.

Kala itu, dalam ragu kau bersiul ditelingaku
Merdu, menggelitik telingaku.
Awan menari diatas mata
Bersama ranting bergemerincing
Juga daun yang melukis kehijauan.

Ah, ingin rasa nya tak kembali.
Membiarkan diri dikepung asmara
Bersamaa sejuknya hawa
Dan indahnya lukisan dunia
Semua adalah miliknya.
Ya Robbana.


Gundaling Mei 2008














Aku beranjak pergi

Tak lagi bisa mataku memandang hari
Saat awan menutup diri
Pada selimut kabut
Rona malam terasa sepi
Menyela hari serasa misteri

Aku beranjak pergi
Meninggalkan angan yang siap kuamati
Diatas pena dibawah mentari

Aha, kuucap salam dikampung nan murni
Akan udara dingin juga buah strobery
Semerbak rindu kan kulukis disini
Tuk menyepi diladang hati.

Gundaling Mei 2008




Berceritalah Bu,.

Selimuti aku ibu
Agar hangat gemelut ahti yang merindu
Berceritalah ibu
Akan nabi juga rasul ilahi
Tentang hari yang kelak kan terjadi

Dekap aku ibu
Agar tersapu dahaga yang kulalui
Saat jauh darimu

Sapa aku ibu
Dengan setangkai nasehat
Yang penuh semangat
Darimu
Dari bibir tulusmu.

2008

kiprah perempuan




KIPRAH PEREMPUAN DALAM
PENTAS SEJARAH

Pemimpin negara: Ratu Balqis
Ilmuwan: ‘Aisyah Ra, Asy-Syaikhah Syuhrah adalah salah seorang guru Imam Syafi’i.
Medis: Rufaidah, Syifa
Ekonom dan pengusaha: Khadijah, Zainab binti jahsy, Raithah (Istri Abdullah Ibnu Mas’ud), Ummu Syafa
Politikus: Ummu sulaim
Militer: Nusaibah

puisi hari Ibu





SUARA IBU

suara ibu merona syahdu
menyapa, dan memenja
seakan diri damai terasa

nada renyah yang tersapu
dibawa usia rapuh
namun suara tetap melagu
dihatiku;
didadaku;
dimataku;

KAWIN LARI






Sampai kapanpun kau kembali aku tak akan pernah menerimamu sebagai anakku. Sumpah demi Allah tak akan bisa keterunan lahir dari rahimmu. Sampai kapanpun aku tak sudi melihat wajahmu lagi. Dasar anak durhaka. Tak tau diri,
Wajah ibu begitu murka saat melihat foto Marni yang ada di kamarnya. Saat itu ibu memang sedang sakit parah. Dalam sakitnya dia sering mengigau nama Marni. Itulah ibu sakit hatinya selama ini belum bisa membuatnya menerima Marni kembali kepangkuannya. Aku juga tak bisa menyalahkan ibuku. Marni memang terlalu. Sangat mengecewakan keluargaku.
Saat dia mencoba memilih laki-laki itu, dan pergi meninggalkan rumah. Airmata darah telah ibu kelurkan demi membujuk nya untuk kembali. Berbagai macam tipe orang pintar dicoba ibu untuk mencari solusi agar Marni kembali kerumah dan meninggalkan lelaki jahat itu, namun semua nihil entah setan apa yang telah merasuki tubuhnya sampai-sampai raungan ibu juga bujukan bapak tak lagi dia hiraukan.

* * *
Cerita bermula saat Marni mulai jatuh cinta dengan seorang laki-laki. Lelaki dengan modal tampannya, yang tak jelas asal-usulnya, lelaki yang tak punya pekerjaan tetap membuat kami sekelurga tak ada yang seteju dengan hubungan mereka. Cinta yang tak direstui pun terjalin antar mereka. Mabuk asmara membuat Marni lupa segalanya. Diakhir kuliahnya yang tinggal sidang juga tak bisa diselesaikannya. Dia lebih memilih laki-laki gila itu.
Suasana kian memanas saat Marni meminta menikah dengan laki-laki itu. Bukan tak direstui namun bapak menginginkan agar kuliahnya diselesaikan dulu barulah memikirkan untuk menikah. Selain itu laki-laki itu juga tak berani datang kerumah untuk berjumpa dengan ibu dan bapak. Marni tetap ngotot agar dinikahkan dalam waktu yang sangat cepat. Ketika ditanya berapa mahar yang akan lelaki itu berikan untuk meminang, Marni mengatakan bahwa laki-laki itu tak ada uang untuk melamar dia. Ibu, yang tadinya mulai bisa merestui mulai membangun tembok kekesalan. “Jadi apa maunya laki-laki itu?” kata ibu saat pertengkaran terjadi.
Marni mulai uring-uringan. Sholat tak lagi dia kerjakan. Tatapan kosong, diam dan termangu. Marni seperti orang linglung. Itu saja yang dilakukan Marni setelah pertengkaan itu. Padahal kalau saja Marni mengerti maksud ibu semua akan berjalan dengan mudah. Ibu hanya minta dua pilihan. Selesaikan kuliah atau suruh lelaki itu bertemu keluarga untuk membicarakan kesungguhannya untuk melamar Marni.
Marni sering pergi tanpa permisi. Padahal dulu dia termasuk anak yang nurut apa kata orang tua. Cium tangan tak pernah dia lupakan kalau akan berpergian tapi sekarang dia benar-benar berubah.
* * *
Seisi rumah gempar. Ibu pingsan. Aku tak tak tau harus berbuat apa. Kutelepon bapak yang sedang berjualan dipajak. Agar bapak segera pulang. Marni kabur. Semua pakaian dilemari habis. Tetangga bilang tadi dia pergi membawa tas besar. Katanya mau kelampung kerumah pakciknya. Kutelepon pacikku untuk memastikan apakah Marni bilang kalau dia mau kesana. Namun mereka juga tak tau kalau Marni mau kesana. Tak ada kabar dari Marni yang mengatakan dia akan kesana.
Ibu makin gila saja, raungan juga jeritan dia luapkan. Memanggil nama Marni. Meminta maaf, memohon agar Marni jangan pergi. Maklumlah kami hanya tiga bersaudara. Kakak pertamaku sudah berkeluarga dan tinggal bersama suaminya di Stabat, Marni anak kedua, dan aku anak bontot. Wajar ibu kehilangan, karena hanya kami yang dia miliki. Harta tak ada yang bisa dibanggakan. Cuma anak-anak yang sholeh dan sholehah impiannya. Dari sejak SMP sampai SMA kami disekolahkan di Sebuah Pondok Pesantren di kota Medan. Agar kelak kami bisa menjadi anak yang dia harapakan. Walau bersakit dengan bapak yang hanya berpropesi sebagai penjual kopi di sebuah pajak namun kami bisa bersekolah dan menerima fasilitas yang cukup.
Satu minggu berlalu, namun belum ada juga kabar tetang keberadaan Marni. Beberapa hari kemudian ada kabar yang mengatakan bahwa Marni sudah menikah. Dan sekarang berada di daerah pelosok Labuhan Batu. Segera kulacak dan akhirnya kutemukan dia. Namun apa yang terjadi, aku malu diusir oleh lelaki itu yang katanya sudah menjadi suaminya. Aku tak bisa berbuat lebih, karena ini kampong orang. Bahaya kalau aku main paksa untuk mengajaknya pulang.bisa-bisa aku ditikam disini. Akupun pulang dan membawa kabar ini. Ibu lemas. Kerinduannya membuatnya harus terbaring ditempat tidur.
Usaha pun kami lakukan untuk mengajaknya pulang, walau sebentar, karena ibu sangat ingin bertemu dengannya walau hanya dua jam saja. Pergilah aku dan bapak melihatnya, perlakuan sama juga terjadi pada bapak. Bapak diusir. Wajah bapak memelas agar dia mua kembali, namun laki-laki gila itu menariknya untuk menjauh. Jadilah kami seperti rebutan barang. Bapak tersungkur ketanah. Namun Marni yang melihat kejadian itu hanya mampu diam tak bisa berbuat apa-apa
Tak kuat aku menyeka airmata. Melihat wajah pucat bapak. Ku ajak bapak pergi meninggalkan tempat itu. Dengan harapan tidak akan kembali lagi untuk mengajaknya kembali, karena sudah cukup penderitaan yang dia torehkan pada ibu juga bapakku.
* * *
Semua berjalan seperti biasa. Marni sudah tak lagi bahan perbincangan keluarga. Ibu juga sudah pasrah. Aku juga sudah melarangnya ke oarng Pintar. Karena itu semua bohong. Yang ada hanya dosa pada Tuhan.
Hari-hariku sekarang membantu ibu berjualan lontong di kedai bapak. Walau aku lelaki, semua pekerjaan kulakukan untuk membantu ibu. Kondisi ibu yang sudah tua juga banyak penyakit yang dia derita membuatya tak boleh banyak bekerja. Kukorbakan skripsiku tak selesai untuk membantu ibu. biarlah aku yang menjadi mimpi ibu dan bapak selanjutnya. Hanya aku sisa perjuangannya. Tak ada yang mampu kulakukan kecuali membahagiakan mereka. Sampai-sampai untuk memikirkan menikah aku pun tidak berani. Apalagi melirik wanita. “Ah…biarlah” sahutku dalam nafas yang terlepas.
* * *
Hari ini ibu masuk rumah sakit. Ada pengapuran dipinggangnya. Penyakit lama yang sudah ditahan. Puncaknya adalah sekarang ibu diopname. Sudah tiga hari tak sadarkan diri. Kami semua takut kalau-kalau ibu pergi tanpa melihat wajah Marni. Tapi bagaimana agar Marni mau kembali melihat ibu. walau hanya melihat saja tak apalah yang penting ibu bisa sembuh. Apalagi terdengar kabar kalau Marni sudah pindah Ke Pekanbaru. Dengan bantuan beberapa temanku, kucari alamat Marni juga no yang bisa dihubungi, akhirnya sms singkat pun kukirimkan untuk Marni kelak ketika dia membaca sms ku tergerak hatinya untuk melihat ibu.
Tepat hari selasa, Marni meneleponku, menanyakan dimana alamat Rumah sakit tempat ibu dirawat. Karena dia ingin melihat ibu dan meminta maaf akan keselahannya. Aku tak memberitahukan ibu akan kedatangan Marni, karena ibu baru saja sadar beberapa jam yang lalu. Takut aku aku, kabar kedatangan Marni akan mengajaukan kesehatanya kembali.
Usai magrib, Marni meneloponku, memintaku untuk menemuinya didepan pagar Rumah sakit. Dia masih takut untuk bertemu ibu. akupun menemuinya kucari-cari sosoknya tak ada, tiba-tiba ada yang memukul pundakku, kutolehkan wajahku, jujur aku sangat tak mengenal lagi sosok ini. Kakak tersayang yang dulu begitu dekat denganku, kurus, layu, wajah yang menua membuatku terpaku diam tanpa kata.
Setelah memandang Marni pikiranku melayang sejenak. Aku berfikir tentang sumpah serapah ibu saat meluapkan kekesalan pada nya. Apakah ini semua terjadi pada kehidupan Marni sekarang?
“Dimana ibu”, ungkapnya memecah lamunku. Tanpa banyak kata kuajak dia keruangn ibu. untuk kutunjukkan kamar ibu, dia seperti enggan untuk masuk mana lagi wajah-wajah sanak saudara yang ada diluar semua seperti ingin menerkamnya, kutemani dia masuk untuk bertemu ibu.
“Bu, Lihat ini ada Marni datang”
“Bu,”
Kugoyang tangannya. Ku hapus keningnya. Sambil terus memanggil namanya. Namun ibu tak bisa bangun lagi untuk selamanya.
* * *

Sabtu, 29 November 2008

BANYAK ORANG YANG....

BAnyak orang yang tertawa tanpa mau menyadari sang maut sedang mengintainya.
Banyak orang cepat datang ke shaf sholat layaknya orang yang merindukan kekasih. sayang, ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.
ups, mudah-mudahan kita bukan diantara mereka. Amin

( diambil dari pk sejahtera online)

KOMUNITAS TINTA

jauh dari FLP, tak membuatku rigkih. aku tetap mencari komunitas baru untuk mendongkrak semangatku didunia menulis. Alhamdulillah tepat tanggal 27 Nov 2008 aku telah mendirikan kominitas TINTA di daerah ku, tepat nya kota AEK KANOPAN, berawal dari 5 orang yang mau bergabung, semua dari kalangan pelajar SMU namun kian hari, komunitas ini kian diminati oleh berbagai usia. mudah-mudahan wadah inibisa membangkitkan dan memunculkan penulis muda yang berjiwa jihadi.

kepada Hartono Anbiya, RIKI, Hilwatun Aura, suci, Arni winda sari Ahlan wasahlan di KOMINITAS TINTA.

puisi



BERCAKAP MALAM

saat malam bertingkah
rintih istighfar mulai bercakap
suara kecupak air wudhu
menyeka dingin menembus alunan mimpi

langkah kaki mulaai berjarak
mencari kesejukan diawang nan gulita
dalam rakat-rakaat panjang
gelap,
hening,
aku bermunajat.

Sabtu, 22 November 2008

Bimbingan Rumah kita




ini adalah wadah pendidikan yang baru saja kurintis. berjalan mulai 21 oktober 2008. disini, tersedia les Bahasa Inggris, Matematika,juga privat bagi smp dan SD. dalam kurun waktu yang sangat singkat ini sudah ada 10 orang yang belajar disini,mudah-mudahan ini bisa berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
bagi masyarakat disekitar Aek kanopan juga Ledong Barat dan timur, sukaramai segera daftarkan dirikamu sekarang dijamin HALAL....

my sisters



ini dia, adik-adik ku di Smu 1 Aek kanopan. dengan seabrek aktifitas les yang luarbiasa, mereka masih menyempatkan untuk berkumpul seminggu sekali mengkaji ayat-ayat Allah + dunia Islam. mudah-mudahan ini generasi dakwah kedepan diwilayah Aek Kanopan.Amin..

Minggu, 16 November 2008

my mom and my grandma




she is my mom, yang juga sahabat terbaikku. walaupun kadang-kadang agak nyebelin tapi dia tempat curahan hatiku lho...
nah, yang satu lagi ini gambar nenek ku sebelum berangkat ketanah suci
ayo, yang mana yang lebih maniz....

Perjalanan Rabu dalam kerata

Setiap hari rabu aku selalu turun naik kereta Api untuk menempuh jarak kurang lebih satu jam menuju Rantau Prapat. ada agenda wajib yang harus ku jalankan setiap minggunya. situasi seperti ini sempat membuatku agak letih karena harus menempuh jarak yang lumayan jauh dalam waktu yang sempit.dan hanya kereta api yang menjadi pilihan ku untuk samapi ketujuan, selain cepat juga ekonomis.

hal ini berbeda jauh saat aku menjalankan agenda wajibku di kota Medan, hanya dengan mengendarai kereta dengan waktu 15 menit aku sampai ketujuan. tapi, sudahlah aku tak mau mempersulit keadaan ini, mungkin ini yang terbaik untukku. dan mudah-mudahan jarak tak membuatku putus asa untuk terus dalam lingkaran tarbiyah. amin

for myself, be sprit mujahidah ok!

Hari-hariku di Aek Kanopan

hmmmm..ini langkah awal, sejak hapir 11 tahun aku meninggalkan kampung halamanku, akhirnya aku kembali diantara kesunyian, nyaris aku tak memiliki teman. karena sejak smp sampai kuliah aku hidup diperantauan,dan kawan2 kebanyakan dari luar daerah. ya Tuhan, serasa sepi hari-hari ku ini.

itu cerita sebulan yang lalu, sekarang sepi itu tlah berubah. ada sinar cerah yang menemaniku saat ini. padatnya rutinitas membuatku lupa pada gambaran ramainya kota Medan, selian mengajar dipagi hari kini aku membuka les privat Bahasa inggris dirumahku, alhamdulillah saat ini aku sudah memiliki 2 kelas. Beside tahat, aku juga mulai melangkah, melirik para remaja smu untuk sama-sama berkumpul mengkaji Al-Quran yang mana hal ini masih belum pernah terjadi dikampungku. lagi-lagi tak lepas aku bersyukur karena ajakanku disambut baik oleh adik smu di wilayahku, sekarang sdah terbentuk 2 kelompok pengajian alhamdulillah.nah, satu lagi cerita yang tak kalah seru, aku juga mendirikan komunitas menulis. karena dari sekian remaja smu yang kukenal mereka punya hoby yang sama dengan ku, nah jadi la kami seminggu sekali berkumpul untuk menbahas karya dan juga trasnsfer ilmu tentang dunia kepenulisan.

akhirnya rasa rinduku pada medan bisa terobati dengan berbagai rutinitasku saat ini.
mudah-mudahan aku tetap semangat walaupun dengan kondisi daerah yang jauh berbeda dari kominitasku dimedan, yang pasti suasa tarbiyah tetap menjadi bagian dari hidupku yang tak kan kubiarkan lepas begitu saja.

Selamat tinggal komunitasku



Hari itu,tepat tanggal 9 november2008 aku mengundurkan diri dari komunitasku. sebuah wadah yang menjadi bagian dari jiwaku selama ini. bukan lepas sama sekali, namun aku mundur dari amanah yang kupegang selama ini. jelas aku tak sanggup menempuh jarak ratusan kilometer tiap minggunya untuk tetap bergumul pada agenda kami yang begitu banyak. yang pasti, aku masih mencintai kominitasku. selamat berjuang kawan-kawanku.tetap semangat, karena ini sebuah perjalan dakwah bagi kita pejuang pena.

Kamis, 23 Oktober 2008

Selasa, 14 Oktober 2008

Derai Hujan malam itu

Aku siap memati malam
karna hujan tlah meratap gelisah,
meraung dengan amarah yang panjang
menelanjangi gemuruh agar berbunyi

aku
siap
memanti
malam

Tragedi dua syahadat

kusaksaikan mereka datang, dua wanita yang menyerahkan dirinya pada Islam lantunan syahat yang mereka ucapkan menggelegar rumahku seketika.

Nida ramdani dan sifa zulaikha. ini adalah nama hijrah mereka. kisah hidup yang berbeda membuat kisah kian menakjubkan.

bagaimana reaksi orang tua mereka ketika tau anaknya akan berpindah ke agama RasuluLLah Muhammad SAW?

Marah?
murka?
diusir?
dan sebagainya

tapi tidak pada sifa. dia datang diantar orang tuanya untuk bersyahadat
sungguh ini peristiwa luar biasa..
sungguh Allahyang tau segalanya..

Rabu, 08 Oktober 2008

Selamat datang kesunyian

sepi;
sunyi,
senyap;
tak ada suara yang menghati

jerit ku
hanya terdengar
oleh sepi
oleh sunyi

yach, cuma sepi yang lahir saat ini
danitu akan kunikmati
sendiri
dalam sepi
dalam sunyi

Ada FLP SUMUT Dirumah Ku

selamat datang dirumah para mujahid Pena
www.penamedan.wrodpress.com

Kamis, 22 Mei 2008

Resensi AWAK

Judul : Laskar Pelangi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Halaman : 534 hal


Laskar Pelangi

Suatu hari yang sangat mengesankan, saat seseorang menyodorkan buku ini kepada saya dan mengatakan bahwa ini buku luar biasa. Cerita-demi cerita yang ia sampaikan dengan wajah yang memerah karena kelucuan dan kesedihan isi cerita, Karena penasaran, sayapun membelinya. Setelah saya membacanya sendiri, ternyata bukan hanya kata menarik yang didapat dari cerita dalam buku ini tapi buku yang sangat “ MENARIK” Buku yang menurut saya banyak sekali pelajaran yang bisa di ambil; keagamaan, persahabatan yang luar biasa, cinta pertama yang indah, ketegaran hidup bahkan makna sebuah takdir yang tidak bisa kita tebak, Sebuah buku yang “pintar” hasil dari pemikiran seorang yang pintar. Menggabungkan dua hal yang berbeda, sastra dan science. Sepertinya saat kita membaca buku ini kita bukan hanya terlarut dalam perjalanan hidup pelaku didalamnya tapi kita juga bisa belajar banyak. Mulai dari ilmu dunia fisika, istilah biologi, geografi dari provinsi Bangka Belitung, sampai perekonomian masyarakat disana yang dikuasai sepenuhnya oleh penambangan timah.
Cerita ini memang lain dari cerita biasanya. Mengambil latar pada sebuah tempat yang tak terpikirkan oleh kita. Sebuah tempat kecil di Indonesia yang memiliki kekayaan yang luar biasa. Sayangnya tidak semua penduduknya dapat merasakan hasil dari kekayaan alam negerinya.
Belitong adalah daerah dimana masyarakat di dalamnya terbagi dalam dua bagian yang amat berbeda status sosialnya. Dimana terdapat masyarakat yang dapat menikmati fasilitas terbaik dan kehidupan yang sangat layak. Mereka lah orang-orang staf atau petinggi PN Timah. Di lain pihak, terdapat sekumpulan manusia yang harus jungkir balik untuk menafkahi keluarganya dan hidup dengan fasilitas yang bahkan snagat tidak memadai. Merekalah para pekerja rendahan di PN Timah. Mereak tidak bisa ikut merasakan kemewahan yang dinikmati para golongan elite, karena secara langsung, pemerintah disana telah memisahkan tempat tinggal, pekerjaan dan membedakan status diantara keduanya.
Tersebutlah sebuah sekolah terpencil di daerah Belitong yang bahkan tidak tersentuh tangan pemerintah, Sekolah Muhammadiyah. Bertahan demi pendidikan rakyat miskin. Pengorbanan dari satu-satunya pengajar yang harus diacungi jempol yang bertahan demi kemajuan pendidikan ilmu dan agama untuk anak-anak tidak mampu, dialah Ibu Mus. Dan ketabahan sang kepala sekolah yang terkadang merangkap sebagai guru, Pak Harfan. Benar-benar luar biasa membayangkan betapa merekalah cerminan kat-kat “Guru, Pahlawan materi tanpa tanda jasa” yang sesungguhnya. Mereka telah berhasil mencetak manusia-manusia yang walaupun tidak keseluruhan sukses secara metri tapi mereka semua sukses dalam perilaku social yang baik. Berkeagamaan yang baik dan setidaknya jika ada yang menjadi petinggi, mereka bukanlah seorang koruptor.
Inilah kisah yang paling menarik dari buku ini. Persahabatan sepuluh anak miskin yang menamakan diri mereka sebagai Laskar Pelangi. Mereka sudah bersama sejak mereka memulai bangku sekolah. Merekalah : Ikal, Mahar, Syahdan, A Kiong, Trapani, Borek, Kucai dan satu-satunya wanita di kelas mereka, Sahara. Mereka semua diberi suatu karakter yang kuat satu sama lain oleh penulis sehingga sifat diantar mereka semuanya unik. Banyak hal yang mereka lalui bersama. Kemiskinan sepertinya bukan hal yang bisa merusak masa kanak-kanak mereka. Kisah indah percintaan anak muda antara Ikal dengan seorang tionghoa bernama Aling yang berawal dari pembelian kapur tulis yang mengesankan.
Dan siapa juga yang menyangka bahwa sekolah terpencil Muhammadiyah bias berubah dua orang yang genius dibidang yang berbeda. Dialah Lintang, sang ilmuan cilik. Dan Mahar, sang seniman sejati. Banyak perubahan besar yang mereka lakukan dalam merubah citra sekolah Muhammadiyah dimata masyarakat elite melalui bidang mereka masing-masing.
Andrea hirata, siapa yang tak mengenal dia. Penulis yang baru saja muncul dan mampu merobek hati pembaca dengan karya yang begitu memukau. Dan sampai saat ini banyak pembaca yang tidak mau ketinggalan untuk terus mengikuti karya-karyanya.
Begitulah cerita-demi cerita yang dikemas penulis, sampai akhirnya dua belas tahun kemudian, kesepuluh sahabat itu menjadi seseorang yang benar-benar tidak disangka. Mereka menjalani hudup mereka masing-masing dengan damai dan selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan pada mereka saat itu.
Bagaimana kisah selanjutnya? Jika kamu penasaran, segera miliki buku ini sekarang juga!






Judul : Misteri Umur 60
Penulis : Ali Bin Sa’id Bin Da’jam
Penerbit : Wacana Ilmiah Press
Halaman : 135 hlm


Misteri Umur 60

“Allah memberikan uzur kepada orang yang berusia enam puluh atau tujuh puluh tahun”.

Kematian adalah misteri, umur 60 adalah misteri, dan uban yang sering muncul pada umur itu sendiri juga misteri, sampai-sampai Rasulullah melarang umatnya untuk mencabut uban yang telah tumbuh memutuh dikepala. Dikisahkan, bahwa Ibnu Ash-Shummah tatkala sadar bahwa ia telah berumur 60 tahun yang setara dengan 21.500 hari, kontan ia bertindak, “ celaka! Aku akan menjumpai Robbku dengan 21.500 dosa?” lalu bagaimana bila setiap harinya aku melakukan banyak dosa? Ia pun jatuh tersungkur, pingsan, dan langsung meninggal saat itu juga.
Buku ini sangat bagus untuk kita konsumsi. Buku ini mengulas pernak-pernik kehidupan diusia kritis 60 tahun saat manusia berada diambang maut.
Kenapa harus Umur 60? Para ahli hikmah menjelaskan, “ usia itu ada empat, yakni masa kecil, masa muda, masa separuh baya dan masa tua. Masa tua adalah akhir usia. Umumnya terjadi pada usia enampuluh sampai tujuh puluh tahun. Pada saat itulah muncul kecendrungan melemahnya kekuatan dan menurunnya daya tahan. AL-Qurtubi menjelaskan “ Allah menjadikan usia enam puluh tahun sebagai puncak dari uzur seseorang. Karena usia itu dekat dengan simpang maut seseorang. Usia kepasrahan, usia kekhusukan, usia penyerahan diri secara total kepada Alloh.
Usia 60 menurut Al-Quran dan As-sunnah. Dalam buku ini dikatakan memang dalam Al quran tidak dijelaskan secara gamblang mengenai lafaz 60. dalam Alquran masalah ini dibahas dalam QS Fathir 35 ayat: 37, dalam hadis Bukhori jelas dinyatakan bahwa “ pertarungan maut itu adalah antara usia enam puluh tahun hingga tujuh puluh tahun.”.
Ini adalah tema-tema yang ada dalam buku ini. Yang setiap tema memiliki segudang ilmu bagi kita.Usia 60 menurut para ulama dan orang-orang sholih, usia 60 tahun menurut umat agama lain, 60 tahun dan uban rambut, usia 60 tahun dalam syair dan sastra, kisah tentang kematian orang berusia 60 tahun, beberapa hal yang harus dihindari pada usia 60, yang pantas dilakukan oleh orang berusia 60.
Mau tau apa dibalik umur 60 tahun? Misteri apa yang terjadi? Bagaimana menjalani umur 60 tahun secara tepat? Dapatkan jawabannya didalam buku ini.
Serius! ini benar-benar buku misterius. Selamat membaca.


Nihayah Rambe
Penulis adalah aktifis Forum Lingkar pena Sumut



Judul : Menjadi GURU KAYA
Penulis : Amir Tengku Ramly
Penerbit : Pustaka Inti
Halaman : 90 hlm

Menjadi guru kaya, sulitkah?


Amir Tengku Ramly. Beliau adalah pendiri yayasan pumping Indonesia ( Pumping Pondation) yang didedikasikan untuk memajukan dunia pendidikan. Disamping itu, beliau juga menjadi trainer dan motivator bidang SDM yang bersinergi dengan banyak lembaga untuk turut serta memajukan pendidikan. Melihat aktifitas beliau, tidak salah kalau buku-buku yang belau terbitkan banyak diminati oleh banyak orang.
Buku yang ada dihadapan anda saat ini adalah salah satu karya dari Amir Tengku Ramly. Menjadi guru bintang, dan menjadi guru Idola adalah beberapa dari karya beliau. Saat ini “Pumping Power” adalah buku terbaru beliau, yang akan segera terbit.
Buku ini sekalipin kecil namun memiliki manfaat yang luasr biasa. Buku ini sangat berisi yang dapat memberikan pencerahan pada sosok guru yang selama ini termarjinalkan oleh dunia yang serba materi.
Buku ini memberikan tips kepada guru bahwa menjadi guru adalah sebuah pilihan yang tepat. Selain tugas kemanusiaan yang amat mulia juga lading ibadah yang tinggi nilainya.
Mitos-mitos yang beredar dimasyarakat bahwa guru tak kan pernah kaya, adalah mitos yang sangat menyesatkan telinga. Bukan begitu? Padahal kalau kita perhatikan doktrin itu di propaganda oleh para guru itu sendiri.
Buku ini tidak mengajarkan kita agar menjadi guru yang materialistis, justru buku ini menuntun para guru untu meninggalkannya, sebab materialistis tidak menghantarkan manusia menjadi kaya, malah sebaliknya. Seorang materialistis tidak akan pernah kaya sepanjang hidupnya. Mungkin secara materi mereka berlebih, tapi secara kejiwaan, mereka selalu merasa kekurangan.
Sudah saat nya propesi guru dihormati layaknya Insinyur, Dokter. Para guru tidak cukup diberi nama “ Pahlawan tanpa tanda jasa” sementara propesinya dilecehkan dan keberadaannya dimarginalkan. Guru juga berhak hidup layak dan berkecukupan. Guru juga manusia LHo….
Indonesia baru bisa bangkit jika memiliki guru-guru yang bermental kaya. Guru yang tidak minder hanya karena propesinya sebagai guru. Sebaliknya mereka harus percaya diri, bangga, dan senantiasa bergairah menjalani tugas propesinya.
Wahai para guru, yakinlah dengan guru kaya maka akan melahirkan generasi yang kaya juga. Dengan generasi yang kaya maka negeri kita ini akan terbebas dari penggerogotan korupsi.
Segera miliki buku ini! Selamat berjuang menjadi guru kaya.

Niahayah Rambe
Penulis adalah aktifis Forum Lingar Pena SUMUT






Judul : Ketika cinta Bertasbih II
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Republika
Halaman : 412 hal


Ketika cinta Bertasbih II


Kang Abik memang jagonya bikin novel yang berlatar belakang religi. Buku ini bukan hanya sekedar novel biasa, tatapi perpaduan ilmu agama dan cerita fiksi.
Pada KCB II ini, kejutan demi kejutan disampaikan oleh kang Abik dalam cerita ini, kalau pada seri pertama kejutan yang menceritan tentang tokoh Furqon yang sangat religius yang bisa terkena HIV/IDS. Pada seri kedua ini Kang abik bisa menggambarkan kejadian mustahil yang bisa dialami oleh seorang yang taaat beragama seperti karakter-karakter dinovel ini.
Kang abik, sangat piyawai, menyulap pembaca untuk tidak melepaskan novel ini sampai halaman terakhir.
Perpaduan dari bab perbab juga sangat apik dikemas oleh kang abik, ini terlihat dari alur yang rapi dari awal sampai akhir.
Dalam seri kedua ini banyak kisah-kisah yang menguras airmata , salah satunya ketika Azzam telah sampai dibandara dan bertemu Husna adiknya. Suasana kesedihan yang membawa pembaca tak bisa menahan emosinya.
Pertemuan cinta yang ada dibab ke 7 dalam novel ini membuat pembaca pengurai airmata, saat husna meraih terisak-isak dalam pelukan kakaknya tercinta. Kakak yang sangat dirindukannya siang dan malam. Kakak yang menjadi pahlawan baginya, yang telah membiayai hidup dan sekolahnya. Juga sekolah adiknya. Tubuh kakanya iyu begitu kurus, wajahnya tua dari umurnya. Eliana yang menyaksikan adegan itu, merasa haru dan meneteskan airmata.
Novel yang dilengkapi dengan adegan-adegan puisi yang cukup memukau, Dengan bahasa yang indah puisi-puisi itu dapat melahirkan rasa baru bagi penikmat karya sastra. Puisi yang dilantuntan Husan saat acara puncak penganugrahan penghargaan pemenang karya sastra terbaik tingkat nasional.
Cerita begitu mengalir, sehingga kita bisa terus merasakan ritme-ritme dari kisah ini. kisah yang memberikan banyak ilmu dari dari Agama, kehidupan, perjuangan dan cerita ini tidak lepas dari dunia perekonomian. Bisnis yang dijalankan Azzam dengan bakso cinta.
Lalu apa akhir kisah Anna dan Furqon bagaimanakah pernikahan mereka? Bagaimana juga kisah Azzam mencari pasangan hidupnya?
Happy ending, yang digambarkan akhir dari novel ini membuat kepuasan dalam batin. So, bagi kamu yang belum membaca novel ini, segera miliki jangan tunggu besok, minggu depan, apalagi bulan depan.


Nihayah Rambe
Penulis adalah aktifis Forum Lingkar pena SUMUT


Judul : Ketika cinta Bertasbih II
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Republika
Halaman : 412 hal


Ketika cinta Bertasbih II


Kang Abik memang jagonya bikin novel yang berlatar belakang religi. Buku ini bukan hanya sekedar novel biasa, tatapi perpaduan ilmu agama dan cerita fiksi.
Pada KCB II ini, kejutan demi kejutan disampaikan oleh kang Abik dalam cerita ini, kalau pada seri pertama kejutan yang menceritan tentang tokoh Furqon yang sangat religius yang bisa terkena HIV/IDS. Pada seri kedua ini Kang abik bisa menggambarkan kejadian mustahil yang bisa dialami oleh seorang yang taaat beragama seperti karakter-karakter dinovel ini.
Kang abik, sangat piyawai, menyulap pembaca untuk tidak melepaskan novel ini sampai halaman terakhir.
Perpaduan dari bab perbab juga sangat apik dikemas oleh kang abik, ini terlihat dari alur yang rapi dari awal sampai akhir.
Dalam seri kedua ini banyak kisah-kisah yang menguras airmata , salah satunya ketika Azzam telah sampai dibandara dan bertemu Husna adiknya. Suasana kesedihan yang membawa pembaca tak bisa menahan emosinya.
Pertemuan cinta yang ada dibab ke 7 dalam novel ini membuat pembaca pengurai airmata, saat husna meraih terisak-isak dalam pelukan kakaknya tercinta. Kakak yang sangat dirindukannya siang dan malam. Kakak yang menjadi pahlawan baginya, yang telah membiayai hidup dan sekolahnya. Juga sekolah adiknya. Tubuh kakanya iyu begitu kurus, wajahnya tua dari umurnya. Eliana yang menyaksikan adegan itu, merasa haru dan meneteskan airmata.
Novel yang dilengkapi dengan adegan-adegan puisi yang cukup memukau, Dengan bahasa yang indah puisi-puisi itu dapat melahirkan rasa baru bagi penikmat karya sastra. Puisi yang dilantuntan Husan saat acara puncak penganugrahan penghargaan pemenang karya sastra terbaik tingkat nasional.
Cerita begitu mengalir, sehingga kita bisa terus merasakan ritme-ritme dari kisah ini. kisah yang memberikan banyak ilmu dari dari Agama, kehidupan, perjuangan dan cerita ini tidak lepas dari dunia perekonomian. Bisnis yang dijalankan Azzam dengan bakso cinta.
Lalu apa akhir kisah Anna dan Furqon bagaimanakah pernikahan mereka? Bagaimana juga kisah Azzam mencari pasangan hidupnya?
Happy ending, yang digambarkan akhir dari novel ini membuat kepuasan dalam batin. So, bagi kamu yang belum membaca novel ini, segera miliki jangan tunggu besok, minggu depan, apalagi bulan depan.


Nihayah Rambe
Penulis adalah aktifis Forum Lingkar pena SUMUT


Judul : Ketika cinta Bertasbih I
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Republika


Ketika Cinta Bertasbih (KCB I)

Kisah Fenomenal yang banyak diminati masyarakat, bukan saja remaja namun semua kalangan usia turut bersuka cita menyambut lahirnya sebuah karya yang bisa menguras airmata juga tawa yang mempesona. Dibalik-kata-kata juga irama latar yang menawan serasa diri seakan berada diantara tokoh cerita. Wow sungguh ini novel yang luar biasa!
Habiburrahman El shirazy , yang akrab disapa kang Abik memiliki segudang prestasi yang diraihnya semenjak duduk dibangku sekolah. Beliau yang mendedikaikan dirinya didunia dakwah mendirikan sebuah wajihah yang diberi nama BASMALA INDONESIA. Sebuah pesantren karya dan wirausaha. Selain itu kang Abik juga termasuk dalam kepengurusan Forum Lingkar Pena( FLP) Pusat.
Kisah novel ini masih seperti novel yang lain yang berlatar tentang kehidupan Al AzharMesir.
Azzam sosok pemuda yang sederhana yang sedang menyelesaikan studinya dikampus Al Azhar. Tapi karena bapaknya telah meninggal kewajibannya sebagai anak tertua adalah menanggung kehidupan keluarganya yang ada di Solo.
Jadilah ia berpropesi sebagai mahasiswa sekaligus bekerja keras memenuhi kewajibannya sebagai kepala keluarga. Agar ia bisa membantu ibunya dan agar adik-adiknya dapat kehidupan yang layak, Azzam rela meninggalkan kuliahnya untuk sementara dan lebih focus mencari rezekinya dengan berjualan temped an bakso. Meski terkadang ada rasa iri melihat teman-teman satu angkatannya yang sudah terlebih dahulu lulus, bahkan ada yang hambir menyelesaikan S2-nya tapi Azzam segera sadar klau dia tidak sama dengan teman-temannya yang lain. Azzam lebih dikenal sebagai tukang tempe dikalangan mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Al-Azhar.
Selain itu Azzam juga sering mendapat undangan dari duta besar Indonesia yang ada di Mesir untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pada acara-acara kebesaran. Jadi selain terkenal dikalangan mahasiswa sebagai tukang tempe, Azzam juga terkenal dikalagan para duta besar. Dari sisnilah Azzam mengenal sosok Eliana.
Azzam yang dikenal sebagai sosok yang tegas dan dewasa. Dia sangat memegang teguh prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan sehari-harinya. Dikalangan teman-temannya pun Azzam menjadi panutan dan sosok yang bisa diandalkan.
Disni juga Azzam bertemu dengan sosok Anna Althafunnisa, seorang perempuan yang hendak ia lamar tapi kemudian ditolak oleh kerabat dekatnya Anna karena merasa Azzam tidak cukup pantas untuk Anna.Azzam akhirnya bisa melanjutkan kuliahnya setelah adik-adiknya menyelesaikan pendidikannya. Dan beliau lulus dari Al-Azhar dengan nilai yang memuaskan. Dan akhirnya setelah terpisah selama 9 tahun dari keluarganya tanpa pernah pulang, ia pulang dan kembali ketengah-tengah keluraganya yang tercinta.
Bagaimana kelanjutan kisah KCB I, bagi anda yang ingin mencari warna baru dari sebuah novel, segera miliki buku ini sekarang juga. Dan nantikan kisah selanjutnya di Ketika Cinta Bertasbih 2.
Nihayah Rambe ( FLP Sumut)


Judul : Hafalan Sholat Delisa
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Halaman : 248 hlm


Hafalan Sholat Delisa

Tentang bacaan sholat anak 6 tahun dengan latar bencana tsunami ini sangat mengharukan. Tangis tak bias dibendung saat membaca novel ini. Nilai keihklasan dengan halus dijalin pengarang nya kedalam plot cerita dunia kanak-kanak ini. Buku yang bisa membuat pembaca cengeng karena arus kesedihan yang terus mengalir. Sungguh buku ini luar biasa!
Sholat lebih baik daripada tidur, itu adalah awa cerita dalam novel ini, menggambarkan sebuah kehidupan keluarga disebuah kampong lhokNga, yang setiap subuh terbiasa dengan sholat subuh berjamaah dengan keluarga, berbagai gaya bangun yang digambarkan pengarang dari empat orang anak dalam keluarga ini. Cut Aisah, Cut Zahara, Fatimah dan Delisa.Sungguh ini kelurga yang bahagia…
Delisa si bungsu, berwajah paling menggemaskan. Ia sungguh tidak terlihat seperti anak-anak lhok Nga lainnya. Beda sekali dengan kakaknya. Rambut Delisa ikal berwarna. Kulitnya putih kemerah-merahan bersih. Mata hijau. Deliasa terlihat seperti anak keturunan Turki-Spanyol ( meskipun itu jauh ke kakek-kakeknya Delisa).
Delisa juga memiliki hoby yang beda dengan anak-anak gadis kecil di komplek perumahan mereka. Ia setiap sore bermain bola bersama teman-teman lelakinya dibandingkan dengan kakak-kakak dan teman-teman ceweknya.
Pada suatu hari ibu membelikan sebuah kalung sebagai hadiah buat Delisa. Hadiah untuk hafalan sholat Delisa. Kalung yang dijanjikan Ummi buatnya, yang membuatnya semangat untuk menghafal bacaan sholat.
Novel ini disajikan dengan gaya sederhana namun sangat menyentuh. Penulis berhasil menghadurkan tokoh-tokoh dan suasana dengan begitu hidup. Islami dan luar biasa.
Begitulah sepenggal tentang awal dari cerita ini. Cerita yang berlanjut pada tema-tema yang enak untuk diikuti. Kalung separuh harga, jembatan keledai, Delisa Cinta Ummi karena Allah, 26 Desember 2004 itu!, berita-berita di TV, burung-burung pembawa buah, hidayah itu akhirnya dating, mereka semua pergi, kalung yang indah itu, pertemuan, pulang ke lhok Nga, hari-hari berlalu cepat, Delisa cinta abi karena Allah, negeri-negeri jauh!, Ibu kembali, Ajarkan kami arti ikhlas, Hadiah hafalan Sholat Delisa. Semua ini adalah bagian cerita ini yang jangan sampai kamu lewatkan untuk membacanya.
Buku ini ditulis dalam kesadaran ibadah. Buku ini mengajak kita mencintai kehidupan, juga kematian, mencintai anugrah juga musibah, dan mencintai indahnya Hidayah.
Buku yang bisa membawa pembaca seolah-olah sedang menyaksikan sebuah film documenter. Luar biasa!. Sungguh buku ini sangar Luar biasa.

Nihayah Rambe
Penulis adalah aktifis Forum Lingkar pena SUMUT








FLP SUMUT

Alhamdulillah Allah masih kasi aku kesempatan untuk menjalain ukhuwah di FLP SUMUT. wadah yang telah kuimpikan sejak dibangku SMU. Disinilah aku berkiprah. berjihad lewat pena..bersorak dengan hentakan kata.
MERDEKA! ALLAHUAKBAR!

Mari berkunjung kerumah kami:

RUMAH CAHAYA FLP SUMUT

jalan sei deli gg sauh no 18 Y Medan
dekat dengan IBBI. dekat juga dengan bundaran SIP

Aku

Aek kanopan adalah tempat aku dibesarkan,bersama ibu seorang guru dan ayah seorang petani. Aku anak ketiga dari empat besaudara. abang juga kakakku sudah membinah mahligai cinta bersama suami juga istri tercinta. sedang adikku masih duduk di SMP.

sejak kecil kami sudah dipisahkan oleh waktu. ibu dan ayahku menitipkan kami di pondok pesantren dikota medan. yach, 6 tahun mondok tambah lagi kuliah membuat kami jarang betatap muka. namun itu bukanlah masalah, karena hati tetap terjalin mesra dengan ayah dan bunda.

Assalamualaikum

assalamualaikum.
selamat datang. para pengunjung yang sudi mampir di taman saya. kehadiran antum dan antunna memberi aroma bagi saya untuk terus berkarya.
wassalamualaikum.