Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Halaman : 534 hal
Laskar Pelangi
Suatu hari yang sangat mengesankan, saat seseorang menyodorkan buku ini kepada saya dan mengatakan bahwa ini buku luar biasa. Cerita-demi cerita yang ia sampaikan dengan wajah yang memerah karena kelucuan dan kesedihan isi cerita, Karena penasaran, sayapun membelinya. Setelah saya membacanya sendiri, ternyata bukan hanya kata menarik yang didapat dari cerita dalam buku ini tapi buku yang sangat “ MENARIK” Buku yang menurut saya banyak sekali pelajaran yang bisa di ambil; keagamaan, persahabatan yang luar biasa, cinta pertama yang indah, ketegaran hidup bahkan makna sebuah takdir yang tidak bisa kita tebak, Sebuah buku yang “pintar” hasil dari pemikiran seorang yang pintar. Menggabungkan dua hal yang berbeda, sastra dan science. Sepertinya saat kita membaca buku ini kita bukan hanya terlarut dalam perjalanan hidup pelaku didalamnya tapi kita juga bisa belajar banyak. Mulai dari ilmu dunia fisika, istilah biologi, geografi dari provinsi Bangka Belitung, sampai perekonomian masyarakat disana yang dikuasai sepenuhnya oleh penambangan timah.
Cerita ini memang lain dari cerita biasanya. Mengambil latar pada sebuah tempat yang tak terpikirkan oleh kita. Sebuah tempat kecil di Indonesia yang memiliki kekayaan yang luar biasa. Sayangnya tidak semua penduduknya dapat merasakan hasil dari kekayaan alam negerinya.
Belitong adalah daerah dimana masyarakat di dalamnya terbagi dalam dua bagian yang amat berbeda status sosialnya. Dimana terdapat masyarakat yang dapat menikmati fasilitas terbaik dan kehidupan yang sangat layak. Mereka lah orang-orang staf atau petinggi PN Timah. Di lain pihak, terdapat sekumpulan manusia yang harus jungkir balik untuk menafkahi keluarganya dan hidup dengan fasilitas yang bahkan snagat tidak memadai. Merekalah para pekerja rendahan di PN Timah. Mereak tidak bisa ikut merasakan kemewahan yang dinikmati para golongan elite, karena secara langsung, pemerintah disana telah memisahkan tempat tinggal, pekerjaan dan membedakan status diantara keduanya.
Tersebutlah sebuah sekolah terpencil di daerah Belitong yang bahkan tidak tersentuh tangan pemerintah, Sekolah Muhammadiyah. Bertahan demi pendidikan rakyat miskin. Pengorbanan dari satu-satunya pengajar yang harus diacungi jempol yang bertahan demi kemajuan pendidikan ilmu dan agama untuk anak-anak tidak mampu, dialah Ibu Mus. Dan ketabahan sang kepala sekolah yang terkadang merangkap sebagai guru, Pak Harfan. Benar-benar luar biasa membayangkan betapa merekalah cerminan kat-kat “Guru, Pahlawan materi tanpa tanda jasa” yang sesungguhnya. Mereka telah berhasil mencetak manusia-manusia yang walaupun tidak keseluruhan sukses secara metri tapi mereka semua sukses dalam perilaku social yang baik. Berkeagamaan yang baik dan setidaknya jika ada yang menjadi petinggi, mereka bukanlah seorang koruptor.
Inilah kisah yang paling menarik dari buku ini. Persahabatan sepuluh anak miskin yang menamakan diri mereka sebagai Laskar Pelangi. Mereka sudah bersama sejak mereka memulai bangku sekolah. Merekalah : Ikal, Mahar, Syahdan, A Kiong, Trapani, Borek, Kucai dan satu-satunya wanita di kelas mereka, Sahara. Mereka semua diberi suatu karakter yang kuat satu sama lain oleh penulis sehingga sifat diantar mereka semuanya unik. Banyak hal yang mereka lalui bersama. Kemiskinan sepertinya bukan hal yang bisa merusak masa kanak-kanak mereka. Kisah indah percintaan anak muda antara Ikal dengan seorang tionghoa bernama Aling yang berawal dari pembelian kapur tulis yang mengesankan.
Dan siapa juga yang menyangka bahwa sekolah terpencil Muhammadiyah bias berubah dua orang yang genius dibidang yang berbeda. Dialah Lintang, sang ilmuan cilik. Dan Mahar, sang seniman sejati. Banyak perubahan besar yang mereka lakukan dalam merubah citra sekolah Muhammadiyah dimata masyarakat elite melalui bidang mereka masing-masing.
Andrea hirata, siapa yang tak mengenal dia. Penulis yang baru saja muncul dan mampu merobek hati pembaca dengan karya yang begitu memukau. Dan sampai saat ini banyak pembaca yang tidak mau ketinggalan untuk terus mengikuti karya-karyanya.
Begitulah cerita-demi cerita yang dikemas penulis, sampai akhirnya dua belas tahun kemudian, kesepuluh sahabat itu menjadi seseorang yang benar-benar tidak disangka. Mereka menjalani hudup mereka masing-masing dengan damai dan selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan pada mereka saat itu.
Bagaimana kisah selanjutnya? Jika kamu penasaran, segera miliki buku ini sekarang juga!
Judul : Misteri Umur 60
Penulis : Ali Bin Sa’id Bin Da’jam
Penerbit : Wacana Ilmiah Press
Halaman : 135 hlm
Misteri Umur 60
“Allah memberikan uzur kepada orang yang berusia enam puluh atau tujuh puluh tahun”.
Kematian adalah misteri, umur 60 adalah misteri, dan uban yang sering muncul pada umur itu sendiri juga misteri, sampai-sampai Rasulullah melarang umatnya untuk mencabut uban yang telah tumbuh memutuh dikepala. Dikisahkan, bahwa Ibnu Ash-Shummah tatkala sadar bahwa ia telah berumur 60 tahun yang setara dengan 21.500 hari, kontan ia bertindak, “ celaka! Aku akan menjumpai Robbku dengan 21.500 dosa?” lalu bagaimana bila setiap harinya aku melakukan banyak dosa? Ia pun jatuh tersungkur, pingsan, dan langsung meninggal saat itu juga.
Buku ini sangat bagus untuk kita konsumsi. Buku ini mengulas pernak-pernik kehidupan diusia kritis 60 tahun saat manusia berada diambang maut.
Kenapa harus Umur 60? Para ahli hikmah menjelaskan, “ usia itu ada empat, yakni masa kecil, masa muda, masa separuh baya dan masa tua. Masa tua adalah akhir usia. Umumnya terjadi pada usia enampuluh sampai tujuh puluh tahun. Pada saat itulah muncul kecendrungan melemahnya kekuatan dan menurunnya daya tahan. AL-Qurtubi menjelaskan “ Allah menjadikan usia enam puluh tahun sebagai puncak dari uzur seseorang. Karena usia itu dekat dengan simpang maut seseorang. Usia kepasrahan, usia kekhusukan, usia penyerahan diri secara total kepada Alloh.
Usia 60 menurut Al-Quran dan As-sunnah. Dalam buku ini dikatakan memang dalam Al quran tidak dijelaskan secara gamblang mengenai lafaz 60. dalam Alquran masalah ini dibahas dalam QS Fathir 35 ayat: 37, dalam hadis Bukhori jelas dinyatakan bahwa “ pertarungan maut itu adalah antara usia enam puluh tahun hingga tujuh puluh tahun.”.
Ini adalah tema-tema yang ada dalam buku ini. Yang setiap tema memiliki segudang ilmu bagi kita.Usia 60 menurut para ulama dan orang-orang sholih, usia 60 tahun menurut umat agama lain, 60 tahun dan uban rambut, usia 60 tahun dalam syair dan sastra, kisah tentang kematian orang berusia 60 tahun, beberapa hal yang harus dihindari pada usia 60, yang pantas dilakukan oleh orang berusia 60.
Mau tau apa dibalik umur 60 tahun? Misteri apa yang terjadi? Bagaimana menjalani umur 60 tahun secara tepat? Dapatkan jawabannya didalam buku ini.
Serius! ini benar-benar buku misterius. Selamat membaca.
Nihayah Rambe
Penulis adalah aktifis Forum Lingkar pena Sumut
Judul : Menjadi GURU KAYA
Penulis : Amir Tengku Ramly
Penerbit : Pustaka Inti
Halaman : 90 hlm
Menjadi guru kaya, sulitkah?
Amir Tengku Ramly. Beliau adalah pendiri yayasan pumping Indonesia ( Pumping Pondation) yang didedikasikan untuk memajukan dunia pendidikan. Disamping itu, beliau juga menjadi trainer dan motivator bidang SDM yang bersinergi dengan banyak lembaga untuk turut serta memajukan pendidikan. Melihat aktifitas beliau, tidak salah kalau buku-buku yang belau terbitkan banyak diminati oleh banyak orang.
Buku yang ada dihadapan anda saat ini adalah salah satu karya dari Amir Tengku Ramly. Menjadi guru bintang, dan menjadi guru Idola adalah beberapa dari karya beliau. Saat ini “Pumping Power” adalah buku terbaru beliau, yang akan segera terbit.
Buku ini sekalipin kecil namun memiliki manfaat yang luasr biasa. Buku ini sangat berisi yang dapat memberikan pencerahan pada sosok guru yang selama ini termarjinalkan oleh dunia yang serba materi.
Buku ini memberikan tips kepada guru bahwa menjadi guru adalah sebuah pilihan yang tepat. Selain tugas kemanusiaan yang amat mulia juga lading ibadah yang tinggi nilainya.
Mitos-mitos yang beredar dimasyarakat bahwa guru tak kan pernah kaya, adalah mitos yang sangat menyesatkan telinga. Bukan begitu? Padahal kalau kita perhatikan doktrin itu di propaganda oleh para guru itu sendiri.
Buku ini tidak mengajarkan kita agar menjadi guru yang materialistis, justru buku ini menuntun para guru untu meninggalkannya, sebab materialistis tidak menghantarkan manusia menjadi kaya, malah sebaliknya. Seorang materialistis tidak akan pernah kaya sepanjang hidupnya. Mungkin secara materi mereka berlebih, tapi secara kejiwaan, mereka selalu merasa kekurangan.
Sudah saat nya propesi guru dihormati layaknya Insinyur, Dokter. Para guru tidak cukup diberi nama “ Pahlawan tanpa tanda jasa” sementara propesinya dilecehkan dan keberadaannya dimarginalkan. Guru juga berhak hidup layak dan berkecukupan. Guru juga manusia LHo….
Indonesia baru bisa bangkit jika memiliki guru-guru yang bermental kaya. Guru yang tidak minder hanya karena propesinya sebagai guru. Sebaliknya mereka harus percaya diri, bangga, dan senantiasa bergairah menjalani tugas propesinya.
Wahai para guru, yakinlah dengan guru kaya maka akan melahirkan generasi yang kaya juga. Dengan generasi yang kaya maka negeri kita ini akan terbebas dari penggerogotan korupsi.
Segera miliki buku ini! Selamat berjuang menjadi guru kaya.
Niahayah Rambe
Penulis adalah aktifis Forum Lingar Pena SUMUT
Judul : Ketika cinta Bertasbih II
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Republika
Halaman : 412 hal
Ketika cinta Bertasbih II
Kang Abik memang jagonya bikin novel yang berlatar belakang religi. Buku ini bukan hanya sekedar novel biasa, tatapi perpaduan ilmu agama dan cerita fiksi.
Pada KCB II ini, kejutan demi kejutan disampaikan oleh kang Abik dalam cerita ini, kalau pada seri pertama kejutan yang menceritan tentang tokoh Furqon yang sangat religius yang bisa terkena HIV/IDS. Pada seri kedua ini Kang abik bisa menggambarkan kejadian mustahil yang bisa dialami oleh seorang yang taaat beragama seperti karakter-karakter dinovel ini.
Kang abik, sangat piyawai, menyulap pembaca untuk tidak melepaskan novel ini sampai halaman terakhir.
Perpaduan dari bab perbab juga sangat apik dikemas oleh kang abik, ini terlihat dari alur yang rapi dari awal sampai akhir.
Dalam seri kedua ini banyak kisah-kisah yang menguras airmata , salah satunya ketika Azzam telah sampai dibandara dan bertemu Husna adiknya. Suasana kesedihan yang membawa pembaca tak bisa menahan emosinya.
Pertemuan cinta yang ada dibab ke 7 dalam novel ini membuat pembaca pengurai airmata, saat husna meraih terisak-isak dalam pelukan kakaknya tercinta. Kakak yang sangat dirindukannya siang dan malam. Kakak yang menjadi pahlawan baginya, yang telah membiayai hidup dan sekolahnya. Juga sekolah adiknya. Tubuh kakanya iyu begitu kurus, wajahnya tua dari umurnya. Eliana yang menyaksikan adegan itu, merasa haru dan meneteskan airmata.
Novel yang dilengkapi dengan adegan-adegan puisi yang cukup memukau, Dengan bahasa yang indah puisi-puisi itu dapat melahirkan rasa baru bagi penikmat karya sastra. Puisi yang dilantuntan Husan saat acara puncak penganugrahan penghargaan pemenang karya sastra terbaik tingkat nasional.
Cerita begitu mengalir, sehingga kita bisa terus merasakan ritme-ritme dari kisah ini. kisah yang memberikan banyak ilmu dari dari Agama, kehidupan, perjuangan dan cerita ini tidak lepas dari dunia perekonomian. Bisnis yang dijalankan Azzam dengan bakso cinta.
Lalu apa akhir kisah Anna dan Furqon bagaimanakah pernikahan mereka? Bagaimana juga kisah Azzam mencari pasangan hidupnya?
Happy ending, yang digambarkan akhir dari novel ini membuat kepuasan dalam batin. So, bagi kamu yang belum membaca novel ini, segera miliki jangan tunggu besok, minggu depan, apalagi bulan depan.
Nihayah Rambe
Penulis adalah aktifis Forum Lingkar pena SUMUT
Judul : Ketika cinta Bertasbih II
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Republika
Halaman : 412 hal
Ketika cinta Bertasbih II
Kang Abik memang jagonya bikin novel yang berlatar belakang religi. Buku ini bukan hanya sekedar novel biasa, tatapi perpaduan ilmu agama dan cerita fiksi.
Pada KCB II ini, kejutan demi kejutan disampaikan oleh kang Abik dalam cerita ini, kalau pada seri pertama kejutan yang menceritan tentang tokoh Furqon yang sangat religius yang bisa terkena HIV/IDS. Pada seri kedua ini Kang abik bisa menggambarkan kejadian mustahil yang bisa dialami oleh seorang yang taaat beragama seperti karakter-karakter dinovel ini.
Kang abik, sangat piyawai, menyulap pembaca untuk tidak melepaskan novel ini sampai halaman terakhir.
Perpaduan dari bab perbab juga sangat apik dikemas oleh kang abik, ini terlihat dari alur yang rapi dari awal sampai akhir.
Dalam seri kedua ini banyak kisah-kisah yang menguras airmata , salah satunya ketika Azzam telah sampai dibandara dan bertemu Husna adiknya. Suasana kesedihan yang membawa pembaca tak bisa menahan emosinya.
Pertemuan cinta yang ada dibab ke 7 dalam novel ini membuat pembaca pengurai airmata, saat husna meraih terisak-isak dalam pelukan kakaknya tercinta. Kakak yang sangat dirindukannya siang dan malam. Kakak yang menjadi pahlawan baginya, yang telah membiayai hidup dan sekolahnya. Juga sekolah adiknya. Tubuh kakanya iyu begitu kurus, wajahnya tua dari umurnya. Eliana yang menyaksikan adegan itu, merasa haru dan meneteskan airmata.
Novel yang dilengkapi dengan adegan-adegan puisi yang cukup memukau, Dengan bahasa yang indah puisi-puisi itu dapat melahirkan rasa baru bagi penikmat karya sastra. Puisi yang dilantuntan Husan saat acara puncak penganugrahan penghargaan pemenang karya sastra terbaik tingkat nasional.
Cerita begitu mengalir, sehingga kita bisa terus merasakan ritme-ritme dari kisah ini. kisah yang memberikan banyak ilmu dari dari Agama, kehidupan, perjuangan dan cerita ini tidak lepas dari dunia perekonomian. Bisnis yang dijalankan Azzam dengan bakso cinta.
Lalu apa akhir kisah Anna dan Furqon bagaimanakah pernikahan mereka? Bagaimana juga kisah Azzam mencari pasangan hidupnya?
Happy ending, yang digambarkan akhir dari novel ini membuat kepuasan dalam batin. So, bagi kamu yang belum membaca novel ini, segera miliki jangan tunggu besok, minggu depan, apalagi bulan depan.
Nihayah Rambe
Penulis adalah aktifis Forum Lingkar pena SUMUT
Judul : Ketika cinta Bertasbih I
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Republika
Ketika Cinta Bertasbih (KCB I)
Kisah Fenomenal yang banyak diminati masyarakat, bukan saja remaja namun semua kalangan usia turut bersuka cita menyambut lahirnya sebuah karya yang bisa menguras airmata juga tawa yang mempesona. Dibalik-kata-kata juga irama latar yang menawan serasa diri seakan berada diantara tokoh cerita. Wow sungguh ini novel yang luar biasa!
Habiburrahman El shirazy , yang akrab disapa kang Abik memiliki segudang prestasi yang diraihnya semenjak duduk dibangku sekolah. Beliau yang mendedikaikan dirinya didunia dakwah mendirikan sebuah wajihah yang diberi nama BASMALA INDONESIA. Sebuah pesantren karya dan wirausaha. Selain itu kang Abik juga termasuk dalam kepengurusan Forum Lingkar Pena( FLP) Pusat.
Kisah novel ini masih seperti novel yang lain yang berlatar tentang kehidupan Al AzharMesir.
Azzam sosok pemuda yang sederhana yang sedang menyelesaikan studinya dikampus Al Azhar. Tapi karena bapaknya telah meninggal kewajibannya sebagai anak tertua adalah menanggung kehidupan keluarganya yang ada di Solo.
Jadilah ia berpropesi sebagai mahasiswa sekaligus bekerja keras memenuhi kewajibannya sebagai kepala keluarga. Agar ia bisa membantu ibunya dan agar adik-adiknya dapat kehidupan yang layak, Azzam rela meninggalkan kuliahnya untuk sementara dan lebih focus mencari rezekinya dengan berjualan temped an bakso. Meski terkadang ada rasa iri melihat teman-teman satu angkatannya yang sudah terlebih dahulu lulus, bahkan ada yang hambir menyelesaikan S2-nya tapi Azzam segera sadar klau dia tidak sama dengan teman-temannya yang lain. Azzam lebih dikenal sebagai tukang tempe dikalangan mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Al-Azhar.
Selain itu Azzam juga sering mendapat undangan dari duta besar Indonesia yang ada di Mesir untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pada acara-acara kebesaran. Jadi selain terkenal dikalangan mahasiswa sebagai tukang tempe, Azzam juga terkenal dikalagan para duta besar. Dari sisnilah Azzam mengenal sosok Eliana.
Azzam yang dikenal sebagai sosok yang tegas dan dewasa. Dia sangat memegang teguh prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan sehari-harinya. Dikalangan teman-temannya pun Azzam menjadi panutan dan sosok yang bisa diandalkan.
Disni juga Azzam bertemu dengan sosok Anna Althafunnisa, seorang perempuan yang hendak ia lamar tapi kemudian ditolak oleh kerabat dekatnya Anna karena merasa Azzam tidak cukup pantas untuk Anna.Azzam akhirnya bisa melanjutkan kuliahnya setelah adik-adiknya menyelesaikan pendidikannya. Dan beliau lulus dari Al-Azhar dengan nilai yang memuaskan. Dan akhirnya setelah terpisah selama 9 tahun dari keluarganya tanpa pernah pulang, ia pulang dan kembali ketengah-tengah keluraganya yang tercinta.
Bagaimana kelanjutan kisah KCB I, bagi anda yang ingin mencari warna baru dari sebuah novel, segera miliki buku ini sekarang juga. Dan nantikan kisah selanjutnya di Ketika Cinta Bertasbih 2.
Nihayah Rambe ( FLP Sumut)
Judul : Hafalan Sholat Delisa
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Halaman : 248 hlm
Hafalan Sholat Delisa
Tentang bacaan sholat anak 6 tahun dengan latar bencana tsunami ini sangat mengharukan. Tangis tak bias dibendung saat membaca novel ini. Nilai keihklasan dengan halus dijalin pengarang nya kedalam plot cerita dunia kanak-kanak ini. Buku yang bisa membuat pembaca cengeng karena arus kesedihan yang terus mengalir. Sungguh buku ini luar biasa!
Sholat lebih baik daripada tidur, itu adalah awa cerita dalam novel ini, menggambarkan sebuah kehidupan keluarga disebuah kampong lhokNga, yang setiap subuh terbiasa dengan sholat subuh berjamaah dengan keluarga, berbagai gaya bangun yang digambarkan pengarang dari empat orang anak dalam keluarga ini. Cut Aisah, Cut Zahara, Fatimah dan Delisa.Sungguh ini kelurga yang bahagia…
Delisa si bungsu, berwajah paling menggemaskan. Ia sungguh tidak terlihat seperti anak-anak lhok Nga lainnya. Beda sekali dengan kakaknya. Rambut Delisa ikal berwarna. Kulitnya putih kemerah-merahan bersih. Mata hijau. Deliasa terlihat seperti anak keturunan Turki-Spanyol ( meskipun itu jauh ke kakek-kakeknya Delisa).
Delisa juga memiliki hoby yang beda dengan anak-anak gadis kecil di komplek perumahan mereka. Ia setiap sore bermain bola bersama teman-teman lelakinya dibandingkan dengan kakak-kakak dan teman-teman ceweknya.
Pada suatu hari ibu membelikan sebuah kalung sebagai hadiah buat Delisa. Hadiah untuk hafalan sholat Delisa. Kalung yang dijanjikan Ummi buatnya, yang membuatnya semangat untuk menghafal bacaan sholat.
Novel ini disajikan dengan gaya sederhana namun sangat menyentuh. Penulis berhasil menghadurkan tokoh-tokoh dan suasana dengan begitu hidup. Islami dan luar biasa.
Begitulah sepenggal tentang awal dari cerita ini. Cerita yang berlanjut pada tema-tema yang enak untuk diikuti. Kalung separuh harga, jembatan keledai, Delisa Cinta Ummi karena Allah, 26 Desember 2004 itu!, berita-berita di TV, burung-burung pembawa buah, hidayah itu akhirnya dating, mereka semua pergi, kalung yang indah itu, pertemuan, pulang ke lhok Nga, hari-hari berlalu cepat, Delisa cinta abi karena Allah, negeri-negeri jauh!, Ibu kembali, Ajarkan kami arti ikhlas, Hadiah hafalan Sholat Delisa. Semua ini adalah bagian cerita ini yang jangan sampai kamu lewatkan untuk membacanya.
Buku ini ditulis dalam kesadaran ibadah. Buku ini mengajak kita mencintai kehidupan, juga kematian, mencintai anugrah juga musibah, dan mencintai indahnya Hidayah.
Buku yang bisa membawa pembaca seolah-olah sedang menyaksikan sebuah film documenter. Luar biasa!. Sungguh buku ini sangar Luar biasa.
Nihayah Rambe
Penulis adalah aktifis Forum Lingkar pena SUMUT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar