
Seperti yang kutulis waktu itu" Media Tunggu aku, aku akan menyerbumu" Alhamdulillah, kini tulisanku kembali terbit di Media. baik itu Puisi,dan Resensi.Dan lebih membuatku kian semangat puisiku terbit di majalah SABILI Edisi Juli 2009. sekian lama aku mencoba mengirimkan karyaku ke media NAsional baru kesampaian. fuuuh,lega rasanya seperti minus es kelapa di saat terik matahari menyegatku.MAU?
Jari-Jari yang Kuncup
Subuh itu
Ada bibir yang merintih
Pada selembar doa yang pecah
Diantara luka jeritan
Subuh itu,
Gerimis belum usai menagis
Gemericik gigi yang beradu
Menyimpuh diantara curam nan sunyi
Subuh itu,
Ombak menghantam
Bergelombang diantara denyut jantung
Dalam hening;
Aku hanyut;
Aek kanopan Mei 2009
Wangi kamboja
Jejak yang kau tinggalkan malam itu
Saat kau datang
Mengintip diantara wangi kamboja
Melata nafasku memandangmu
Jejak yang kau tinggalkan malam itu
Diatas sayap
Yang diahiasi gerimis putih
Menindihku,
Pelan-pelan
Jejak yang kau tinggalkan malam itu
Membuatku,
Menggigil panjang;
Melamun luas;
Menatap kunang-kunang
Dan kau,
Menyeka urat leherku
Pelan-pelan
Aek kanopan Mei 2009
Ombak Danau itu
Menganga rahangnya
Menjelma keperkasaan
Dengan keangkuhan yang terlempar
Gelegar sentuhan
Menyambut setiap hentakan
Mengerlip jantung
Yang tak surut-surut
Dingin menancap
Menghisap;
Menghirup;
Menghantarku;
Ke tepi matahari
Yang setia pada janji
Parapat Mei 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar