ahh, dimana kau dik
kutatap wajahmu dibalik jendela
sayup wajah riangmu
tersenyum diujung jemari senja
sulit aku menerka riak matamu
yang berkaca-kaca
hanyut bersama pantulan rembulan
tak mengering senyum dibibirmu
tak juga kutemukan dirimu dik,
walau angin tlah menegukku
bersama fazar dan senja
ragamu menari diangkasa.
Taman Budaya 25 Agustus 2009
Dibawah pohon asam saat tadarus sastra FLP SUMUT
Selasa, 25 Agustus 2009
Langganan:
Postingan (Atom)