ahh, dimana kau dik
kutatap wajahmu dibalik jendela
sayup wajah riangmu
tersenyum diujung jemari senja
sulit aku menerka riak matamu
yang berkaca-kaca
hanyut bersama pantulan rembulan
tak mengering senyum dibibirmu
tak juga kutemukan dirimu dik,
walau angin tlah menegukku
bersama fazar dan senja
ragamu menari diangkasa.
Taman Budaya 25 Agustus 2009
Dibawah pohon asam saat tadarus sastra FLP SUMUT
Selasa, 25 Agustus 2009
Sabtu, 22 Agustus 2009
Ramadan bersama POS WK
Hmmm, bingung!
termagu aku di dintara jeruji jendela. menatap kosong, lepas. entah kemana ragaku saat itu. aku lemas,entah apa yang bisa kulakukan di ramadan ini.
"owww, akhirnya dapat juga" jeritku
segera ku ambil hp dan ku sms adik-adik. kami berkumpul di rumah ukhti ima, untuk membicarakan program ramadhan dengan bahasa cinta.
acara sederhana ini diawali dengan tilawah dan taujih. hanya untuk menyentul hati-hati kami bahwa saat ini ramadan datang. apa yang bisa kami lakukan untuk kualitas ibadah pribadi dan untuk orang banyak.
akhirnya, dapat juga ide itu.
kami memutuskan untuk mengisi ramadan ini dengan
1. Tadarus Cinta( ini terfokus pada pengajian untuk menambah ilmu dan watawasau bil haq, watausau bisobri) tempat bergilir biar sekalian silaturrahim. siapa saja boleh ikut pastinya.
2. Tebar 1000 jilbab.
nah disini kami akan ngumpulin jilbab sebanyak banyaknya untuk di sumbangkan ke orang yang berhak di kampung pelosok nan jauh disana
mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan mulus. yang ingin menyumbangkan jilbabnya akan mendapatkan ganjaran yang berlipat, dan yang akan mendapatkan jilbab juga akan merasa gembira yang lluar biasa.
hmmmm, bukankah menyenangkan hati saudara juga dapat pahala?
kalau anda ingin berpartisipasi dalam acara ini, silahkan sumbangkan jilbab anda ke kantor DPD PKS LABURA gunting saga.
termagu aku di dintara jeruji jendela. menatap kosong, lepas. entah kemana ragaku saat itu. aku lemas,entah apa yang bisa kulakukan di ramadan ini.
"owww, akhirnya dapat juga" jeritku
segera ku ambil hp dan ku sms adik-adik. kami berkumpul di rumah ukhti ima, untuk membicarakan program ramadhan dengan bahasa cinta.
acara sederhana ini diawali dengan tilawah dan taujih. hanya untuk menyentul hati-hati kami bahwa saat ini ramadan datang. apa yang bisa kami lakukan untuk kualitas ibadah pribadi dan untuk orang banyak.
akhirnya, dapat juga ide itu.
kami memutuskan untuk mengisi ramadan ini dengan
1. Tadarus Cinta( ini terfokus pada pengajian untuk menambah ilmu dan watawasau bil haq, watausau bisobri) tempat bergilir biar sekalian silaturrahim. siapa saja boleh ikut pastinya.
2. Tebar 1000 jilbab.
nah disini kami akan ngumpulin jilbab sebanyak banyaknya untuk di sumbangkan ke orang yang berhak di kampung pelosok nan jauh disana
mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan mulus. yang ingin menyumbangkan jilbabnya akan mendapatkan ganjaran yang berlipat, dan yang akan mendapatkan jilbab juga akan merasa gembira yang lluar biasa.
hmmmm, bukankah menyenangkan hati saudara juga dapat pahala?
kalau anda ingin berpartisipasi dalam acara ini, silahkan sumbangkan jilbab anda ke kantor DPD PKS LABURA gunting saga.
Tamu Istimewa
Minggu, 09 Agustus 2009
ADA SENJA DIBALIK PILKADA LABURA
APA YANG MEMBUATMU MEREMEHKAN JANJI?
Judul : Meremehkan Janji
Penulis :.DR Muhammad Musa Asy-syarif
Penerbit : Gema Insani
Halaman : 88 hlm
Meremehkan janji sudah menjadi hal yang biasa dikalangan kita. Bak penyakit Cikungunya yang mewabah pada masyarakat. Hal ini menjadi bumbu-bumbu perselisihan antar sesama. Baik keluarga, sahabat, bahkan Bangsa dan Negara. Sungguh, apa yang membuatmu meremehkan janji ?
Beberapa bulan belakangan ini, kita disibukkan dengan mendengar berbagai janji. Entah apa makna janji yang mereka sampaikan, namun kita semua tau tak semua yang mereka katan adalah benar. Sebagian janji yang terucap adalah janji palsu.
Namun, apakah mereka sadar dengan apa yang telah mereka perbuat? Saya yakin mereka sadar namun merehkan kesadarannya.
Sungguh momen yang tepat bagi saya untuk meresensi buku ini. Disaat kejolak tebar janji tengah merebak.mudah-mudahan buku ini bisa menjadi pengingat bagi kita yang menjadikan janji tak unta harga.
Dalam buku ini penulis membahas beberapa persoalan. Salah satunya tentang pentingnya menepati janji dan tidak mengingkarinya. Selalu kita temua para orang tua menjajinjakan sesuatu pada anaknya, dan berakhir dengan kekecewaan pada anak.oleh karena itu penulis berpesan agar kita jangan mudah mengumbar janji karena keluarnya mudah , namun menjalankannya sulit.
Kurangnya komitmen dengan hukum-hukum Allah, tidak mengetahui kalau janji itu tidak boleh dilanggar kecuali karena uzur, acuh tak acu, tidak memperhatikan waktutidak menganggap pentingnya pertemuan yang akan dihadiri. Ini adalah bagian dari faktor-faktor yang menyebabkan orang mengabaikan janjinya.
Selain merugikan orang lain yang diabaikan janjinya, pelaku inkar janji juga akan mendapat celaan dan tidak akan dipercaya lagi. Akan kehilangan orang-orang akan berkomitmen dengan janji. Dalam bab ini penulis mengambarnya dengan beberapa kisah-kisah yang bermanfaat, yang bisa kita ambil ibrahnya.
Apa perlu kita memberikan penghargaan bagi pelaku yang menepati janjinya?
Bagi penguasa kita akan menaruh simpatik dan rasa hormat, bagi pelajar kita akan memberikan imbalan nilai yang baik, bagi anak kita akan memberikan sanjungan yang baik. Semua yang baik akan dibalas dengan perlakuan yang baik pula.
Buku ini luar biasa! Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan. Namun selain itu buku ini juga memeliki kekurangan baik dari penyusunan isi yang kurang menarik untuk dibaca apalagi kalangan remaja.
Saya merekomendasikan anda untuk membaca buku ini. Karena sangat baik untuk semua kalangan.
Penulis
Nihayah Rambe
Senin, 13 Juli 2009
Titipan Tuhan
Judul : Anak Adalah Amanat
Penulis :.Dr.Anas Ahmad Karzun
Penerbit : Qisthi Press
Halaman : 90 hlm
ANAK ADALAH KADO SEMENTARA
TITIPAN ILAHI
“ Banyak orang tua yang menyangka telah memuliakan anaknya, padahal apa yang mereka lakukan justru menjerumuskan anaknya. Banyak pula yang berfikir telah menyayangi anaknya, sementara yang mereka lakukan adalah kezaliman terhadapnya”
Luar biasa! Dengan tebal 12,5 x 17,5 buku ini memberikan begitu banyak manfaat bagi kita, bagi pasangan suami istri yang akan mendapat kado terindah dari yang kuasa, atau bagi orang tua yang telah mendapatkan titipan dari Allah SWT.
Dalam buku ini penulis menjelaskan secara detail bagaimana cara orang tua dalam mengarahkan anak-anaknya. Dan juga bagaiman resiko yang dapat dialami jikalau kita orang tua salah dalam mendidik anak.
Ayat-ayat dalam setiap sub judul membuat kita pembaca semakin tertarik dalam mendalami makna bahwa anak adalah amanat terbesar dari Allah, yang wajib kita pelihara dengan baik. Karena anak adalah pemimpin masa depan. Dan mereka berhak mendapatkan mpendidikan mental yang baik dari masa kanak-kanak sampai mereka dewasa.
”Abna una Amanah” adalah judul asli buku ini, yang ditulis kedalam bahasa Indonesia. Penulis memberikan gambaran banyak kepada kita tentang bagaimana mengajarkan kepada anak-anak kita cara sholat. Dari tahapan umur sebelum tujuh tahun sampai sepuluh tahun. Seperti yang kita ketahui anak-anak kita akan tumbuh sebagaimana kebiasaan orang tuanya. maka kita sebai orang tua harus menjadi pohon yang kuat dalam mendidik anak, agar kita bisa memetik buah yang manis.
Dalam buku ini juga terdapat sub judul yang memuat tentang ”Nasehat untuk anakku”. Ketika kita membacanya sebagai seorang yang posisinya sebagai anak kita dapat mengetahui keinginan dari seorang ayah ataupun ibu. Bagai mana mereka menginginkan kita agar menjual diri kita hanya kepada Allah, mengekang nafsu dengan kuat, mendermakan harta dan lain sebainya. Yang semua itu tidak ada yang tidak baik untuk kita.
Warisan orang tua kepada anak adalah Akhlak, karena dengan akhlak anak akan mendapatkan kedudukan, teman, agama, dunia,dan akhirat. Dan kelak Allah akan menuntut pemimpin atas apa yang ia pimpin. Allah akan menuntut orang tua yang tidak bisa menjadi pohon yang baik baik buahnya.
Buku ini banyak sekali memberi manfaat dan pengetahuan bagi kita. Namun dibalik kelebihannya penulis sangat monoton dalam penyampaian tulisan yang disajikan, membuat pembaca tidak ada jeda untuk berfikir sendiri dan menyelami kalimat demi kalimat.
Dari kelebihan maupun kekurang dari buku ini, saya merekomendasikan anda untuk membaca buku ini. Karena ini menjadi referensi penting bagi kita sebagai orang tua. Jadi tidak ada salah nya kalau kita memeliki buku ini.
Penulis
Nihayah Rambe
Langganan:
Postingan (Atom)
